Sekolah Alam Majalengka (SATAQU)
Pendekatan Akademik
Kurikulum SATAQU menyatukan observasi alam, riset sains terapan, dan tahfidz GURUQU dalam satu ritme belajar yang tertata.
Riset Berbasis Proyek
Anak mengamati tanah, air, dan tanaman di kampus, lalu merumuskan pertanyaan dan menguji jawabannya melalui eksperimen langsung.
Setiap proyek berujung pada karya nyata yang dipresentasikan, sehingga pemahaman sains tumbuh dari pengalaman, bukan hafalan semata.
Metode GURUQU
Tahsin dan tahfidz GURUQU dijalankan secara terstruktur, dengan pendampingan rutin dan evaluasi berkala untuk setiap murid.
Pembenaran bacaan dilakukan bertahap sebelum murid melanjutkan ke hafalan baru.
Target hafalan disusun per tahap agar beban belajar tetap seimbang sepanjang jenjang.
Kemajuan hafalan dipantau bersama wali murid agar pencapaian target 4 juz tetap terarah.
Ritme Harian
Setiap hari diawali tahfidz pagi, dilanjutkan praktik sains di alam, dan ditutup dengan qoilulah siang.
Sesi tahsin dan hafalan dilakukan saat pikiran masih segar.
Observasi dan eksperimen dilakukan langsung di laboratorium alam dan kebun.
Waktu istirahat singkat setelah zuhur untuk memulihkan energi belajar.